Jumat, 25 Januari 2013

MENGENAL ISTILAH TIPOGRAFI


Tipografi? atau dalam bahasa inggris Typography? Pasti tak asing lagi bukan dengan istilah ini? Jika anda ingin belajar desain grafis wajib mengetahui istilah ini karena akan sangat membantu anda dalam mengerjakan sebuah pekerjaan desain. Artikel berikut akan menjelaskan apa itu tipografi serta hal-hal apa saja yang kira-kira melibatkan tipografi.

Pengertian Tipografi

 

Tipografi (dalam bahas inggris : Typography) adalah perpaduan antara ilmu seni dan teknik mengatur tulisan, agar maksud serta arti tulisan dapat tersampaikan dengan baik secara visual kepada pembaca. Tipografi tidak hanya terbatas lewat pemilihan jenis huruf, ukuran huruf, dekorasi, kesesuaian dengan tema, tetapi juga meliputi tata letak vertikal atau horizontal tulisan pada sebuah bidang desain. Tipografi juga bisa dikatakan sebagai “visual language” atau dapat berarti “Bahasa yang dapat dilihat”.
Tipografi (typography) menurut Roy Brewer (1971) dapat memiliki pengertian luas yang meliputi penataan dan pola halaman, atau setiap barang cetak. Atau dalam pengertian lebih sempit hanya meliputi pemilihan, penataan dan berbagai hal bertalian pengaturan baris-baris susun huruf (typeset), tidak termasuk ilustrasi dan unsur-unsur lain bukan susun huruf pada pada halaman cetak.
Tipografi Menurut Stanley Marrison “Tipografi dapat didefinisikan sebagai keterampilan mengatur bahan cetak secara baik dengan tujuan tertentu; seperti mengatur tulisan, membagi-bagi ruang/spasi, dan menata/menjaga huruf untuk membantu secara maksimal agar pembaca memahami teks. Typography merupakan cara hemat untuk benar-benar membuat bermanfaat dan hanya secara kebetulan mencapai hasil estetis, oleh karena menikmati pola-pola, jarang sekali menjadi tujuan utama.”
Ilmu tipografi digunakan pada banyak bidang diantaranya desain grafis, desain web, percetakan, majalah, desain produk dll. Tipografi digunakan oleh para desainer untuk berkomunikasi dengan pembacanya secara visual agar maksud dari tulisan lebih mudah difahami.

Sejarah Perkembangan Tipografi

Sejarah perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglif pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus.
Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad 8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi.
Saat ini tipografi mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya.

Anatomi huruf dalam tipografi

Setiap bentuk huruf dalam sebuah alfabet memiliki keunikan fisik yang menyebabkan mata kita dapat membedakan antara huruf ‘m’ dengan ‘p’ atau ‘C’ dengan ‘Q’. Keunikan ini disebabkan oleh cara mata kita melihat korelasi antara komponen visual yang satu dengan yang lain. Sekelompok pakar psikologi dari Jerman dan Austria pada tahun 1900 memformulasikan sebuah teori yang dikenal dengan teori Gestalt. Teori ini
berbasis pada ‘pattern seeking’ dalam perilaku manusia. Setiap bagian dari sebuah gamabar dapat dianalsisi dan dievaluasi sebagai komponen yang berbeda. Salah satu hukum persepsi dan teori ini membuktikan bahwa untuk mengenal atau ‘membaca’ sebuah gambar diperluakan adanya kontras atara ruang positif yang disebut dengan figure dan ruang negatis yang disbut dengan ground.

Jenis-jenis Huruf

Berikut ini beberapa jenis huruf berdasarkan klasifikasi yang dilakukan oleh James Craig, antara lain sbb :
  1. Roman
    Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin.
  2. Egyptian
    Adalah jenis huruf yang memiliki ciri kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulakn adalah kokh, kuat, kekar dan stabil.
  3. Sans Serif
    Pengertian San Serif adalah tanpa sirip/serif, jadi huruf jenis ini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer sama.
  4. Script
    Huruf Script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifast pribadi dan akrab.
  5. Miscellaneous
    Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.





Minggu, 25 November 2012

SEMIOTIKA


Semiotika adalah ilmu tentang tanda-tanda yang menawarkan penjelasan tentang bagaimana orang mengambil makna dari kata-kata, suara dan gambar. Pemahaman tentang semiotika membantu seorang desainer untuk menanamkan bekerja dengan referensi yang memungkinkan beberapa lapisan informasi kepada pembaca.

Prinsip-Prinsip Semiotika
Desainer menggunakan gambar untuk berkomunikasi. Ketika gambar dikembangkan melalui penerapan prinsip-prinsip semiotik, perangkat grafis dapat dibuat berarti lebih dari itu akan tampak pada pandangan pertama. Jenis citra, gaya dan presentasi, kualitas dan bagaimana hal itu telah direproduksi semua dapat menambahkan lapisan makna pada desain keseluruhan, menggambar arti yang berbeda dari konteks dimana ia ditempatkan. Desain bee (berlawanan) untuk madu Waitrose adalah contoh yang baik sebagai tiga garis sejajar pada tubuh lebah menjadi ‘E’ dalam konteks deretan huruf yang ditempatkan.

Simbol, gambar, dan symbol indeks
Simbol adalah representasi fisik yang dikenali dari pokok-pokoknya, sementara gambar bergantung pada pemahaman bersama. Misalnya, ‘anjing’ juga bisa menjadi symbol, elemen faktorial yang mengkomunikasikan  konsep, ide atai objek, seperti tanda, pictogram, atau elemen grafis yang menggambarkan suatu tindakann melalui referensi visual atau petunjuk. Sebuah salib merah adalah gambar yang dipahami secara universal, yang berarti bantuan atau perawatan medis. Indeks adalah tanda-tanda yang memiliki pranala ke objek. Misalnya tapal kuda atau sebuah landasan bisa menjadi indeks untuk kuda.

Tanda
Tanda sering menjadi elemen grafis yang digunakan untuk visual mewakili objek, orang atau ide dengan mengurangi kekarakteristikan. Sederhana dan langsung dikenali. Misalnya melalui tanda atau penanda ‘anjing’, sebuah gambar anjing disampaikan, huruf  ‘d’, ‘o’, dan ‘g’ atau gambar kulit memberikan pesan yang sama. Seekor anjing juga dapat diwakili oleh tanda grafis, sketsa atau gambar. Contohnya adalaj palang merah, tanda yang diakui secara luas


Simbol
Gambar visual kuda ini merupakan gambar yang terlihat seperti kuda.
Gambar
Ini merupakan gambar tapal kuda pada tingkat yang paling dasar, tetapi menyiratkan arti lain seperti balapkuda dan bahkan keberuntungan.

Indeks
Anvil ini adalah link atau indeks ke kuda atau pandai besi, meskipun terlihat tidak



Kemasan Madu Waitrose (kanan)
Kemasan Turner Duckworth untuk madu Waitrose menampilkan sebuah tipografi pengobatan sederhana yang bermain pada huruf ‘E’ pada tulisan ‘HONEY’ untuk menciptkan gambar pada tubuh bergaris pada lebah. Desain serbaguna juga sebuah indeks.


Made in Medway (kanan)Made in Medway adalah sebuah buku yang dirancang dan diproduksi oleh Steve Rowland bekerja sama dengan Medway Renaissance, sebuah organisasi yang juara wilayah Medway di Inggris. Buku ini menampilkan karya dan wawasan seniman dan desainer didaerah. Pada tingkat denotatif, jenis judul jelas menyampaikan tentang apa buku ini. Pada tingkat kognitif, penggunaan jenis yang telah berulir menyiratkan buatan tangan kerajinan. 






Kognitif
Cara dimana gambar disajikan secara dramatis mempengaruhi bagaimana informasi diinterpretasikan. Gambar adalah perangkat komunikasi yang kuat karena orang dapat mengekstrak nilai yang berbeda, banyak dari mereka karena mereka sering memiliki makna kognitif jauh melampaui unsur denotatif mereka. Kognisi mengacu pada hak-hal yang telah kita pahami, pelajari atau beralasan. Sebuah gambar menunjukkan seorang wanita tapi wanita mungkin memiliki konotasi lain seperti keluarga, kecantikan, dan cinta. Dalam contoh diatas, presentasi visual menyediakan kait kognitif bahwa warna bagaimana kita menginterpretasikan informasi yang disajikan, baik dari segi warna merah dan pemilihan jenis huruf.


Denotatif
Arti denotative adalah bermakna literal eksplisit yang kita ambil dari gambar. Pada dasarnya, mengambil apa yng kita llihat pada nilai nominalnya. Misalnya, ‘wanita’ bisa diartikan atau menunjukkan seseorang dari jenis kelamin perempuan atau menjadi ibu atau saudara perempuan. Desainer grafis perlu mempertimbangkan baik nilai kognitif dan denotative yang dapat ditanamkan ke dalam karya karena cara informasi yang disajikan. Interpretasi yang berbeda dan mungkin dapat menyebabkan kebingungan dan kontradiksi dimana ada konflik antara apa yang kita lihat (denotatif) dan apa yang kita rasakan (kognisi).
 

Pilihan Jenis Huruf (kanan)
Jenis huruf idak hanya simbol yang mewakili suara, jenis huruf juga memiliki kualitas kognitif yang membantu bercerita, yang berarti desainer perlu mempertimbangkan hal-hal yang disampaikan disamping apa yang sebenarnya dikatakan. Sebagai contoh, masing-masing enam font memiliki karakteristik yang berbeda yang mengatakan lebih dari sekedar huruf ‘B’ untuk pembaca.


Saturday Night Experience (bawah)
Gambar disini adalah sampul CD dibuat oleh Mark Design, London untuk Saturday Night Experience music kompilasi dirilis oleh Azul Records. Foto close-up yang banyak dengan pantulan cahaya muncul seperti keringat diwajah orang. Foto-foto itu memproyeksikan makna kognitif clubbers dan penari, sedangkan latar belakang hitam menunjukkan atau menunjukkan suasana larut malam di klub.






Sabtu, 03 November 2012

Mengenal Menu dan Toolbox dalam Adobe Illustrator CS4


Saat ini saya akan mengulas sedikit dari sumber yang saya dapat tentang Adobe Illlustrator. Adobe Illustrator memiliki fungsi yang sama dengan CorelDRAW yaitu untuk menggambar vektor tetapi bedanya Adobe lllustrator adalah adobsi dari Adobe. Berikut penjelasan Menu dan Toolbox pada Adobe Illustrator:

§  Pertama saat kita mengklik / membuka adobe illustrator anda akan di hadapkan pada gambar seperti ini

1.     Open     
untuk membuka file-file dokumen kerja yang pernah di kerjakan dan di simpan di komputer kita
2.     Create New                       
untuk membuat dokumen kerja baru
3.     Getting Started
untuk membuka file-file dokumen yang pernah di kerjakan dan simpan sebelumnya
4.     New Features    
untuk memperlihatkan  fasilitas-fasilitas baru yang bisa digunakan diprogram illustrator
5.     Resources          
untuk memberikan informasi seperti video tutorial,plug-ins,produk dari adobe ,dan juga jika anda mau anda bisa dapatkan pada situs resminya yaitu di situs adobe.com



§ Saat anda membuat dokumen baru file>new


1.     Name
untuk memberi judul dari hasil kerja nanti
2.     Size
untuk menentukan ukuran area kerjanya , kita dapat memilih dengan cara klik bagian panahnya itu dan silahkan atur sesuai keinginan kita 
3.     Width & Height
untuk menentukan ukuran lebar dan panjangnya area kerja
4.     Orientation
untuk menentukan posisi bidang kerja
5.     Units
untuk menentukan satuan ukuran
6.     Ok
jika semua sudah di atur silahkan tekan ok untuk masuk ke area kerjanya 

§ Area kerja adobe Illustrator




1.     1.  Menu Bar
Fasilitas yang dapat kita gunakan seperti file, edit, objek, type, select, flter, dll yang mana akan mempermudah pekerjaan kita jika ingin menambak efek,save pekerjaan,print, dll
2.     2.  Property Bar
Menunjukan kedetailan yang dihasilkan pada toolbox maksudnya adalah jika kita mengklik salah satu toolbox maka kita dapat mengatur opsi dari toolbox pada area property bar
3.     Toolbox
Perangkat yang membantu kita dalam pengerjaan di area kerja untuk membuat desain dan ilustrasi
4.     Status Bar
Menampilakan nama tool yang sedang digunakan data, hari, dan tanggal (date and time) saat kita sedang mengerjakan artwook, jenis warna dari dokumen yang sedang di kerjakan serta fasilitas Help dari adobe illustrator
5.     Artboard Area
Area kerja untuk menghasilkan desain yang merupakan bagian utama dari sebuah proyek. Bagian diluar juga dapat digunakan untuk menggambar tetapi jika ingin hasil kerja di print/cetak mesti berada di dalam area ini
6.     Palletes
Fungsinya sama seperti toolbox yang gunanya untuk memberi warna dan beberapa pekerjaan lain yang dapat mempermudah hasil desainnya nanti ,untuk menampilkan opsinya yang lain dapat di centang di window lalu centanglah beberapa yang anda perlukan seperti color, swatches, gradient, stroke, tranparancy, dll





§ Selanjutnya saya akan membahas tentang fungsi dari Toolbox bagian terpenting yang harus anda ketahui

Keterangan gambar:
1.     Selection Tool (V), Tool yang digunakan untuk memilih/menyeleksi satu atau banyak objek.
2.     Direct Selection Tool (A), Untuk menyeleksi titik atau ruas kurva didalam objek.
3.     Magic Wand Tool (Y), Untuk memilih/menyeleksi satu atau banyak objek secara bebas.
4.     Lasso Tool (Q), Untuk menyeleksi titik atau ruas kurva secara laso di dalam objek.
5.     Pen Tool (P), Digunakan untuk menggambar garis lurus ata garis lengkung (kurva)
6.     Type Tool (T), Digunakan untuk menulis huruf.
7.     Line Segment Tool (\), Untuk menggambar bidang garis.
8.     Elipse Tool (L), Untuk menggambar lingkaran
9.     Paintbrush Tool (B), Untuk menggambar sesuai pilihan brush yang sedang aktif
10.   Pencil Tool (N), Untuk menggambar garis bebas dan mengedit garis.
11.   Blob Brush Tool (Shift+B), Untuk menggambar bebas seperti melukis.
12.   Eraser Tool (Shift+E), Untuk menghapus bidang objek.
13.   Rotate Tool (R), Untuk memutar objek atau gambar dengan besar angka tertentu.
14.   Scale Tool (S), Untuk merubah ukuran dimensi objek dengan angka tertentu.
15.   Warp Tool (Shift+R), Untuk melakukan distorasi terhadap garis maupun bentuk kurva.
16.   Free Transform Tool (E), Untuk langsung mengubah dimensi, memutar atau memiringkan (skew) objek setelah diseleksi.
17.   Symbol Sprayer Tool (Shift+S), Untuk menggambar bebas berdasarkan symbol yang sedang aktif.
18.   Column Grapth Tool (J), Untuk menggambar grafik statistik.
19.   Mesh Tool (U), Digunakan untuk membuat objekyang mempunyai beragam warna gradasi yang dibuat dengan mengatur titik-titik mesh.
20.   Gradien Tool (G), Digunakan untuk membuat warna gradasi.
21.   Eyedropper Tool (I), Untuk mengambil contoh warna dari sebuah objek.
22.   Blend Tool (W), Digunakan untuk mencampur warna (blend) objek.
23.   Live Paint Bucket Tool (K), Untuk mengisi warna fill pada objek yang terpilih/terseleksi.
24.   Live paint selection Tool (Shift+L), Untuk menyeleksi warna fill pada sebuah objek.
25.   Artboard Tool (Shift+O), Untuk menyeleksi, menggeser, merubah posisi artboard (lembar kerja).
26.   Slice Tool (Shift+K), Digunakan untuk mengiris atau memotong objek.
27.   Hand Tool (H), Digunakan untuk mggeser lembar kerja.
28.   Zoom Tool (Z), Digunakan untuk memperbasar tampilan gambar.
29.   Fill (X), Digunakan untuk memilih warna dalam.
30.   Stroke (X), Digunakan untuk memilih warna garis.
31.   Color (<), Untuk mengaktifkan palet color.
32.   None (/), Menyatakan tidak ada warna sama sekali.
33.   Change Screen Mode (F), Untuk memilih tampilan layar.
34.   Gradient (>), Untuk mengaktifkan palet gradient

Palet Illustrator 
  • Navigator dan Info

Palet Navigator, untuk memudahkan navigasi pada lembar kerja.
Palet Info, menyampaikan informasi yang berhubungan dengan tool yang sedang terpilih.


  • Color dan Color guide


Palet Color, tempat melakukan pemilihan warna.
Palet Color Guide, untuk memberi warna garis tepi.

  • Stroke, Gradient, dan Transparency


Palet Stroke, digunakan untuk mengedit garis, seperti menambah atau mengurangi ukuran, bentuk garis, dll.
Palet Gradient, untuk memberikan dan mengedit warna gradasi.
Palet Transparency, untuk mengatur tingkat transparan sebuah objek.


  • Swathces, Brushes, dan Symbol 


Palet Swatches, digunakan untuk menyimpat warna untuk dipakai kembali.
Palet Brushes, digunakan untuk memilih dan mengedit macam brsh.

  •  Layers, Action, dan Links


Palet Layers, tempat untuk menyimpan elemen gambar ditempat yang terpisah namun masih dalam satu file, ada palet Appearance, Graphic Style, Patfinder, dan masih banyak yang lainnya.
Monggo dipelajari dulu baik-baik bagi yang belum paham, supaya cepet paham dan langsung bisa dipraktekkan.

Sumber